01 Agustus 2009

Bila Haid Mulai Tidak Teratur

Tanya : (Ny. Anita Rusminingsih, Pemalang)

Dok, saya wanita berusia 50 tahun, saat ini sangat cemas karena haid yang muncul sangat tidak teratur. Selama 1 Tahun belakangan, volume darah haid sangat berkurang dibanding sebelumnya, dan datangnya menjadi 2-3 bulan sekali. Saya menyadari bahwa masa menopause mulai memasuki kehidupan saya, tetapi saya kaget sekali karena bulan lalu haid saya menjadi banyak kembali seperti semula. Apakah ini normal ? kalau memamng saya telah menopause, suplemen apa yang harus saya konsumsi selain pemberian hormon ? terus terang saya tidak ingin mengkonsumsi terapi hormonal.


Jawab :

Menopause adalah istilah medis yang ditandai dengan berhentinya menstruasi selama minimal 1 Tahun. Menopause sendiri tidak terjadi secara tiba-tiba. Sebelum haid benar-benar berhenti, 3-10 tahun menjelang, diawali dengan adanya siklus menstruasi yang tidak teratur, haid makin jarang, atau jumlah darah haid jauh berkurang. Tapi kadang-kadang jumlah darah yang normal pun masih muncul lagi. Periode menstruasi mulai tidak teratur disebut premenopause.

Sementara masa menopause sendiri terjadi pada usia 40-58 tahun. Hanya 1 % wanita yang mengalami menopause dini pada usia di bawah 40 tahun atau setelah usia 58 tahun.

Pada beberapa wanita, menopause dini bisa terjadi secara tidak alami, yaitu karena pengangkatan indung telur, akibat radiasi, atau menderita ketidaknormalan fungsi ovarium. Sebagai akibat, kadar estrogen tubuh turun drastis, karena ovarium tidak dapat lagi menghasilkan estrogen.

Turunya estrogen bisa menimbulkan beberapa keluhan seperti gangguan psikis (gampang tersinggung, mudah marah), nyeri otot dan sendi, depresi dengan sakit kepala atau migrain, semburat panas (hot flush) di wajah dan leher, pelupa, sulit tidur, vagina kering, dan gairah seks merosot.


Kenyataanya, pola makan dan asupan gizi, latar belakang psikospiritual, serta faktor ras dan lingkungan sangat mempengaruhi maju mundurnya usia menopause dan berat ringanya keluhan. Disimpukan bahwa keluhan yang dialami wanita asia terutama yang tinggal di desa umumya ringan-ringan saja. Begitu pula dengan gejala semburat panas yang dialami wanita Aisa lebih ringan dari pada wanita Barat.

Lima tahun setelah haid benar – benar berhenti adalah berawalnya masa pasca menopause. Batasan ini sengaja diajukan para ahli guna meningkatkan kehati-hatian wanita terhadap kemungkinan mundurnya kesehatan akibat menopause.

Saat itu biasanya gejala yang menyertai masa premenopause akan berangsur berkurang; namun ancaman mundurnya kecerdasan (mudah lupa, kepikunan, alzheimer), keropos tulang, dan penyakit jantung mulai muncul.

Banyak wanita menopause beranggapan bahwa satu-satunya cara untuk menghilangkan keluhan adalah dengan pemberian TSH (Terapi Sulih Hormon) berupa hormon estrogen baik secara tunggal maupun kombinasi estrogen-progesteron. Salah satu keuntungan TSH mengurangi risiko penyakit jantung koroner, mampu mengendalikan kadar kolesterol buruk LDL dan menggenjot kadar kolesterol baik HDL, dapat memperpanjang harapan hidup sedikitnya 3 Tahun.

Dijelaskan pula bahwa semburat panas, keringat malam hari, dan gangguan tidur pun dapat diatasi dengan TSH. Gangguan vagina, seperti rasa panas, perih , dan nyeri ketika bersenggama, serta gangguan kencing biasanya akan segera membaik dengan TSH.

Efek seketika terapi TSH mengaburkan manfaat terapi holistik non-TSH yang secara empirik telah memberikan dampak postif. Diantaranya melalui pengaturan pola makan dan onsumsi bahan terapi alami seperti rempah, pemantapan aspek psikospiritual, dan peningkatan aktivitas fisik. Sulitnya, dampak terapi alam tidak secepat dan sekonkret efek TSH, sehingga belum banyak wanita memilihnya sebagai cara untuk mengatasi gejolak menopause.

Namun demikian, TSH bukan tanpa resiko. Ada akibat buruk yang harus dibayar setelah memperoleh manfaat positif dari hasil jalan pintas tersebut. Para peneliti dari WHO bahkan menegaskan manfaat TSH sebenarnya jauh lebih kecil dibandingkan risiko buruk yang harus diemban pelaku. Oleh sebab itu, TSH sebaiknya diberikan atas anjuran dan pantauan dari dokter.

Menurut ahli gizi Elaine Maggee, fitoestrogen adalah estrogen alami yang terdapat pada beberapa bahan panagan. Sumber utama filoestrogen adalah kedelai (dan hasil olahnya) dan beberapa sayur dan buah seperti brokoli, wortel, jeruk, cabai, tomat buah.

Omega-3 yang banyak dijumpai pada ikan salmon, sardin dan makarel, diperlukan juga untuk ibu menopause agar resiko serangan jantung berkurang. Omega-3 mampu meningkatkan kadar lemak HDL, mampu mengontrol trigliserida dan mengendalikan tekanan darah. Ahli gizi lain, Annloise Gitt menyampaikan bahwa vitamin E ampuh dalam menghilangkan gangguan semburat panas, pengerasan payudara, dan kekeringan vagina. Sumber vitamin E ada pada minyak jagung, minyak kedelai, asparagus, alpokat, beras merah, kacang merah, dan ubi jalar merah.

Boron sebanyak 3,25 mg per hari dapat merangsang estradial (salah satu bentuk estrogen) untuk mencegah keropos tulang. Sumber utama boron adalah kurma, asparagus, kol, dastroberi.

Dianjurkan asupan 1000 Mg kalsium per hari bagi wanita 31 – 50 tahun, dan 1200 mg jika lebih dari 51 tahun. Sumber kalsium terbaik adalah keju, yogurt rendah lemak, dan susu skim.